TARGETSIBER.COM, Way Kanan – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video amatir yang memperlihatkan aksi penyergapan sebuah mobil oleh aparat kepolisian. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di depan Mapolsek Baradatu, Kabupaten Way Kanan, pada Jumat (5/6/2026) siang.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp tersebut, sejumlah petugas tampak mengepung dan berusaha menghentikan kendaraan yang diduga menjadi target operasi. Namun, pengendara mobil tersebut berhasil meloloskan diri, yang kemudian memicu aksi kejar-kejaran dengan petugas.
Insiden ini langsung menyita perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi. Salah satu rumor yang berkembang menyebutkan bahwa target operasi tersebut diduga melibatkan oknum anggota kepolisian terkait kasus narkotika.
Guna meluruskan informasi yang simpang siur, Kapolres Way Kanan AKBP Didik Kurnianto memberikan konfirmasi saat dihubungi awak media melalui pesan WhatsApp pada Jumat sore.
AKBP Didik membenarkan adanya insiden penyergapan tersebut dan menyatakan bahwa petugas di lapangan tengah melakukan pengejaran intensif terhadap pengendara mobil.
“Yang bawa kendaraan masih dalam pengejaran,” ujar AKBP Didik Kurnianto.
Ketika dikonfirmasi mengenai dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian di dalam mobil tersebut, Kapolres menegaskan pihaknya belum bisa memberikan kepastian sebelum terduga pelaku berhasil diamankan.
“Karena belum tertangkap, belum berani pastikan,” imbuhnya.
Meski demikian, AKBP Didik memastikan bahwa operasi senyap di depan Mapolsek Baradatu tersebut merupakan bagian dari pengembangan kasus peredaran gelap narkotika yang sedang ditangani oleh jajarannya.
“Narkoba, pengembangan dari tangkapan pertama,” jelas Kapolres.
Demi menghindari spekulasi liar dan opini publik yang keliru, pihak Kepolisian Resor (Polres) Way Kanan berjanji akan membuka draf kronologi dan identitas resmi pelaku setelah seluruh rangkaian operasi selesai.
“Besok kita rilis,” pungkasnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih berada di lapangan untuk memburu terduga pelaku.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menunggu rilis resmi dari Polres Way Kanan.
