TARGETSIBER.COM, Sidoarjo – Sebuah misi kemanusiaan kini tengah menjadi sorotan di jagat maya. Seorang wanita bernama Indah/Sukma, yang kini menetap di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tengah berjuang mencari keberadaan ibu kandung dan saudara-saudaranya yang terpisah selama 36 tahun. Pencarian ini pun mendapat dukungan penuh dari komunitas relawan pencarian orang hilang di Indonesia.
Kisah ini bermula pada awal tahun 1990-an, saat Indah yang masih bayi diadopsi oleh almarhumah Ibu Moesidjo, pemilik Yayasan Penyalur Baby Sitter Ny. Moesidjo yang berlokasi di Jl. Jojoran, Surabaya. Selama belasan tahun, Indah dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Namun, roda nasib berputar saat Ibu Moesidjo wafat pada tahun 2000.

Indah kemudian diasuh oleh Ibu Titik Sunarti atau yang akrab disapa dengan panggilan mbak Tatik, putri sulung dari Ibu Moesidjo, Namun, tiga tahun berselang (2003),Mbak Tatik pun meninggal dunia. Pasca wafatnya kedua sosok pelindungnya tersebut, Indah sempat tinggal bersama anggota keluarga Moesidjo lainnya, namun ia kehilangan kasih sayang hingga akhirnya dititipkan (dibuang) ke sebuah panti asuhan di Surabaya, kejadian tersebut berdampak trauma psikologis yang signifikan terhadap dirinya, hingga akhirnya Ia pergi meninggalkan panti untuk mencari Ibu kandung dan keluarganya yang lain, Ia tinggal dijalanan dan bekerja serabutan untuk bertahan hidup.
Satu-satunya petunjuk yang dimiliki Indah adalah ingatannya saat berusia belasan tahun. Pada tahun 2001, ia pernah diajak oleh mbak Tatik berkunjung dan menginap selama tiga hari di sebuah rumah yang belakangan Ia ketahui adalah rumah ibu kandungnya.
Berdasarkan ingatannya, rute menuju rumah tersebut sangat spesifik:
Perjalanan:
- Naik angkutan umum (Lyn) warna kuning dari Joyoboyo menuju Sepanjang.
Titik Awal:
- Dari depan Polsek Taman, menempuh perjalanan dengan becak menyusuri Jalan Ngurah Rai ke arah bantaran sungai yang membelah kecamatan Taman.
Penyeberangan:
- Menyeberangi Sungai menggunakan jasa penyeberangan getek (tambangan).
Lokasi Rumah:
- Setelah tiba di daratan seberang, perjalanan dilanjutkan dengan menumpang becak dari tambangan, jalannya becak berbelok ke arah kanan melewati rimbunan pohon bambu, melewati jalan sempit tanah kerikil bebatuan, disebelah kanan jalan terdapat hamparan tanah kosong dan pepohonan, disisi sebelah kiri jalan terdapat sungai kecil (kemungkinan parit irigasi) yang menyusuri jalan, Rumah tujuan berada hampir diujung jalan, menghadap sungai kecil, dengan kondisi dinding bambu (gedhek), bertiang tengah, dan masih berlantai tanah, dihalaman rumah terdapat tanaman hijau yang tumbuh membentuk pagar rumah, Disana, Indah melihat banyak anak sebayanya yang kebanyakan berjenis kelamin perempuan.
Informasi yang berhasil dihimpun Indah dari mantan pekerja yayasan yang dulu mengenal Ibunya, menyebutkan bahwa ibu kandungnya akrab dipanggil dengan nama panggilan Budhe Yah, sementara Ayahnya telah meninggal dunia saat ia masih berada dalam kandungan.
Budhe Yah diketahui pernah tinggal di daerah Semanyar, Semolowaru, dan kawasan Sepanjang, Taman. Budhe Yah juga memiliki hubungan pertemanan yang akrab dengan almarhumah Mbak Tatik dan sempat bekerja sebagai agen penyalur (freelance) baby sitter untuk yayasan milik keluarga Moesidjo.
Terdapat secercah harapan pada tahun 2005, di mana salah satu kakak kandung Indah dikabarkan pernah mencarinya ke rumah kerabat keluarga Moesidjo (Om Bambang). Informasi saat itu menyebutkan bahwa sang kakak saat itu bekerja di Pabrik Kopi Kapal Api, Sepanjang (PT Santos Jaya Abadi).
Kini, sebagai seorang muslimah yang taat, Indah terus memanjatkan doa agar dapat dipertemukan dengan keluarganya. Perjuangan ini pun ia bagikan melalui platform media sosial TikTok dengan akun @name.hidden_
“Saya hanya ingin melihat wajah ibu yang telah melahirkan saya. Sudah 35 tahun waktu berlalu, dan saya tidak akan berhenti berharap,” tutur Indah dalam unggahannya.
Dalam pencariannya, Indah didampingi oleh komunitas relawan kemanusiaan yang tergabung dalam group HORE TEAM SELURUH NEGERI , dikomandoi oleh dua figur berintegritas tinggi yang bertindak sebagai koordinator, Mandala Kelana dan Bunda Riona , beranggotakan para relawan militan, yang memiliki jaringan diseluruh Indonesia.
Koordinator Relawan Kemanusiaan untuk Orang Hilang, Mandala Kelana, menerangkan bahwa timnya mulai mendampingi kasus Indah setelah memantau unggahan di aplikasi TikTok.
“Awalnya ada anggota yang memberitahu tentang vt mbak Indah yang mencari ibunya. Kasus ini sangat unik dan berbeda dari yang biasa kami tangani. Kami merasa sangat tertantang. Mulai dari minimnya informasi tentang nama, wajah, hingga domisili yang pasti,” terang Mandala saat dikonfirmasi, Minggu(22/3/2026).
Meskipun keluarga angkat Indah mengaku tidak mengetahui detail keluarga kandungnya, Mandala optimis karena dukungan netizen mulai membuahkan hasil. “Berkat kerja keras kawan-kawan relawan dan informasi dari netizen, sedikit demi sedikit mulai ada secercah harapan. Saat ini kami sedang melakukan proses pengkerucutan terhadap beberapa nama yang masuk,” tambahnya.
Mandala bersama tim relawan yang terdiri dari Bunda Riona, Djanu Deril, Almeera cargo, N’roses, aul ,dan lainnya, memohon doa serta dukungan masyarakat agar Indah segera bertemu dengan keluarganya, Bagi masyarakat yang mengenal sosok Budhe Yah atau memiliki informasi mengenai keluarga dengan ciri-ciri tersebut di kawasan Sepanjang, Taman, Sidoarjo, dan sekitarnya, diharapkan dapat menghubungi akun TikTok @name.hidden_ atau menghubungi @bunda riona dari komunitas relawan kemanusiaan Hore Team Seluruh Negeri.
“Mohon doanya agar kami bisa segera mempertemukan Indah dengan ibu kandung dan saudara-saudaranya yang sudah 36 tahun tidak ia jumpai,” pungkas Mandala.
