TARGETSIBER.COM – Wakil Ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Way Kanan, dr. Abdillah Daniel Gusna, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) penetapan cabang olahraga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung X/2026. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Kantor KONI Provinsi Lampung, PKOR Way Halim, Jumat (8/5/2026).
Dalam agenda tersebut, dr. Abdillah didampingi oleh Anggota Bidang Hukum KONI Way Kanan, Ahmad Firdaus, S.H., M.H., guna memastikan kesiapan administrasi serta aspek legalitas partisipasi kontingen daerah.
Usai mengikuti rakor, dr. Abdillah Daniel mengungkapkan bahwa pelaksanaan Porprov Lampung X diproyeksikan berlangsung pada kisaran Oktober hingga November mendatang. Ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh Cabang Olahraga (Cabor) di tingkat kabupaten.
“Sesuai arahan dalam koordinasi tadi, kami di tingkat daerah terus mendorong cabor, terutama yang kurang aktif, untuk segera mempersiapkan diri. Fokus utama kita adalah penjaringan atlet berprestasi melalui ajang Porprov sebagai batu loncatan menuju jenjang nasional,” ujar dr. Abdillah dalam keterangan resminya.
Selain membahas agenda tingkat provinsi, Rakor tersebut juga menyinggung progres bidding tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032. Kolaborasi antara Provinsi Lampung dan Banten diketahui telah diverifikasi dan dinyatakan layak untuk maju sebagai calon tuan rumah bersama.
Pihaknya menjelaskan bahwa pada 21 Mei mendatang, Gubernur Lampung bersama Gubernur Banten dijadwalkan melakukan pemaparan langsung di hadapan KONI Pusat.
“Ketua KONI Provinsi Lampung telah menyatakan kesiapan penuh, baik sebagai penyelenggara Porprov maupun dalam menyongsong tuan rumah PON 2032. Porprov kali ini menjadi momentum krusial untuk menyaring atlet berkualitas yang nantinya akan membawa nama Lampung di kancah nasional,” tambahnya.
Disisi lain, Kesiapan Kota Bandar Lampung sebagai tuan rumah Porprov juga dipertegas oleh Wali Kota dan Kadispora Kota Bandar Lampung, Pihaknya menggaris bawahi bahwa olahraga prestasi merupakan tanggung jawab bersama antara Pemerintah Daerah dan KONI yang harus dikelola secara berjenjang.
Tak hanya mengejar prestasi di lapangan, penyelenggaraan kali ini juga ditargetkan mampu meraih sukses administrasi serta memberikan efek domino bagi perekonomian lokal.
Secara teknis, Rakor juga menetapkan syarat pertandingan bagi setiap cabor.
Terdapat tiga cabor usulan, yakni Sepak Takraw, Tinju, dan Muaythai, yang wajib diikuti minimal oleh lima kabupaten agar dapat dipertandingkan secara resmi.
Sementara itu, cabor populer seperti Futsal serta Sepakbola (putra dan putri) dipastikan tetap dilaksanakan.
“Untuk tahapan selanjutnya, proses pendaftaran entry by name diharapkan sudah dimulai pada bulan Juli. KONI Way Kanan berkomitmen mengikuti seluruh tahapan secara sportif dan profesional. Sebagaimana pesan dalam Rakor, ajang ini harus menjadi pemersatu bagi seluruh insan olahraga,” pungkas dr. Abdillah
