
PRINGSEWU – TARGETSIBER.COM
Aktivitas galian lubang kabel di ruas jalan Kabupaten Pringsewu menuai sorotan serius setelah dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Minimnya rambu peringatan serta padatnya material tanah di sekitar lokasi proyek diduga menjadi penyebab tingginya risiko kecelakaan.
Insiden pun terjadi. Seorang sopir dump truk yang akrab disapa Tri mengalami kecelakaan saat melintas di lokasi galian tersebut. Kendaraan yang dikemudikannya terperosok ke dalam lubang galian hingga menyulitkan proses evakuasi.
Jum’at, (1 Mei 2026)
“Mobil saya terperosok di lubang galian kabel, mas. Saya kesulitan menghindarinya karena kondisi lubang padat dan tidak ada rambu-rambu yang memadai. Ini sangat berbahaya,” ujar Tri saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, saat kejadian truk yang dikemudikannya tengah bermuatan pasir yang akan dibongkar. Namun akibat kondisi jalan yang terganggu oleh galian, ban sebelah kiri kendaraannya terperosok hingga tenggelam ke dalam lubang.
“Kondisi mobil saya bermuatan pasir, mau bongkar. Tapi karena ada galian, mobil jadi terperosok, ban kiri sampai tenggelam.
Kalau nanti ada kerusakan pada mobil saya akibat ini, saya harus minta pertanggungjawaban ke siapa?” keluhnya.
Peristiwa ini memperkuat keluhan masyarakat yang sebelumnya telah menyoroti aktivitas galian kabel tersebut. Warga menilai pekerjaan proyek dilakukan tanpa memperhatikan standar keselamatan, baik bagi pengguna jalan maupun kendaraan yang melintas.
Selain mengganggu arus lalu lintas, tumpukan tanah galian yang dibiarkan di badan jalan juga memperparah kondisi, terlebih saat hujan turun yang membuat permukaan jalan menjadi licin dan rawan kecelakaan.
Masyarakat pun mendesak pihak yang bertanggung jawab atas proyek galian tersebut agar tidak lalai dalam melakukan pengawasan di lapangan. Standar kerja proyek, termasuk aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, diminta untuk dipatuhi secara ketat.
“Jangan sampai pekerjaan seperti ini terkesan asal-asalan. Keselamatan pengguna jalan harus jadi prioritas utama,” ujar salah satu warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait. Dugaan bahwa proyek galian kabel ini tidak mematuhi standar keselamatan masih menjadi sorotan, dan masyarakat berharap ada tindakan cepat sebelum kembali menimbulkan korban.
(*DIMAS MR*)
