Diduga Cemari Lingkungan, Aktivitas Pembakaran Batok Kelapa di Waringin Sari Barat Dikeluhkan Warga

TARGETSIBER.COM – PRINGSEWU

PRINGSEWU – Warga Dusun V RT 11, Pekon Waringin Sari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, mengeluhkan adanya aktivitas pembakaran batok kelapa untuk pembuatan arang yang diduga mencemari lingkungan sekitar. Aktivitas tersebut disebut-sebut telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan asap yang mengganggu kenyamanan masyarakat.

Senin, 29 Juni 2026

Berdasarkan keterangan warga, asap yang dihasilkan dari proses pembakaran batok kelapa kerap menyelimuti kawasan permukiman, sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan di sekitar lokasi usaha.

Saat dikonfirmasi oleh media ini, Pak Mamek selaku pelaku usaha membenarkan adanya aktivitas pembakaran batok kelapa tersebut.

“Ya benar, pagi ini saya sedang melakukan pembakaran. Dalam satu hari kurang lebih satu ton batok kelapa yang saya bakar,” ujar Pak Mamek kepada media ini.

Ketika ditanya terkait perizinan usaha, Pak Mamek mengakui bahwa usahanya hingga saat ini belum memiliki izin resmi.

“Memang belum ada izin, Pak. Yang buka usaha ini bukan cuma saya, banyak juga pengusaha kecil. Kalau di Dusun V ada saya sama Didik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pekon Waringin Sari Barat, Eko, saat dikonfirmasi mengenai aktivitas tersebut mengaku belum mengetahui secara pasti terkait perizinannya.

“Saya bingung bagaimana menyampaikannya. Kalau soal izin, saya rasa memang belum ada. Coba ditanyakan langsung saja ke pihak pengusahanya,” ujar Eko.

Menanggapi keluhan warga dan pengakuan terkait belum adanya perizinan usaha tersebut, masyarakat berharap adanya perhatian dari instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pringsewu dan pihak berwenang lainnya, untuk melakukan pengecekan di lapangan serta mengambil langkah sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pringsewu terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas pembakaran batok kelapa tersebut. Media ini akan terus berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sesuai kaidah jurnalistik.

Penulis: Dimas MR

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *