Diduga Anggaran Dipangkas, Menu MBG di SD Negeri 2 Pandansurat Tuai Sorotan

PRINGSEWU – TARGET SIBER. COM Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Pandansurat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, menu MBG yang diterima siswa pada hari ini dinilai sangat sederhana dan diduga tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut.Selasa, (10/3/2026) 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa hanya menerima tiga jenis makanan, yakni satu kotak susu, satu roti, serta buah kelengkeng sekitar lima butir. Jika dihitung secara perkiraan harga pasar, total nilai makanan tersebut diperkirakan kurang dari Rp10.000 per porsi.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat dan wali murid. Pasalnya, menurut keterangan narasumber yang dapat dipercaya, anggaran Program MBG yang dialokasikan untuk sekolah tersebut sebenarnya 15.000/ Porsi akan tetapi kenyataannya yang diterima tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. 

“Kalau melihat menu yang dibagikan hari ini, sangat jauh dari kata bergizi lengkap. Hanya roti, susu, dan beberapa buah kelengkeng saja. Padahal setahu kami anggarannya tidak kecil melainkan 15.000/ porsi, ini mah jauh dari kata standar,, yang ada justru miris liatnya

” ujar salah satu narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Ia juga menduga adanya pemangkasan anggaran dalam pengelolaan program tersebut. Bahkan, tidak menutup kemungkinan adanya praktik penyalahgunaan oleh oknum yang terlibat dalam pengelolaan dapur atau distribusi MBG.

“Diduga ada pemotongan anggaran oleh oknum pengurus atau pengelola program. Ini yang harus menjadi perhatian serius agar tidak terjadi penyimpangan,” tambahnya.

Sebelumnya, menu MBG di wilayah tersebut juga sempat menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah netizen mempertanyakan kualitas serta kelengkapan gizi dari makanan yang dibagikan kepada siswa.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, dinas terkait, maupun pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program MBG dapat melakukan evaluasi dan pengawasan secara ketat. Hal ini penting agar program yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah tersebut benar-benar berjalan sesuai dengan peruntukannya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola dapur MBG maupun instansi terkait masih diupayakan untuk dikonfirmasi guna memberikan klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut terkait menu serta pengelolaan anggaran program tersebut.

(*DIMAS MR*) 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *