
PRINGSEWU _ TARGETSIBER.CO.
Puskesmas Bandung Baru kembali menjadi sorotan setelah muncul penilaian dari kalangan jurnalis terkait kurang optimalnya komunikasi antara pihak KUPT Bandung Baru dengan media.
Sejumlah awak media menilai bahwa pihak KUPT Bandung Baru belum menunjukkan pola komunikasi yang baik dan terbuka. Minimnya respons terhadap upaya komunikasi.
konfirmasi dinilai mencerminkan kurangnya pemahaman akan pentingnya menjalin hubungan yang harmonis dengan media sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
Minggu, (12/04/2026)
“Media ini berfungsi sebagai jembatan informasi publik. Ketika komunikasi tidak berjalan baik, maka informasi yang seharusnya tersampaikan bisa terhambat,” ujar Yandi pada media ini.
Dalam konteks pelayanan publik, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dari tanggung jawab institusi.
Pejabat publik diharapkan mampu memberikan klarifikasi secara cepat dan tepat guna menghindari munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat.
Kurangnya komunikasi yang efektif tidak hanya berdampak pada hubungan dengan media, tetapi juga berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi yang bersangkutan. Terlebih, di era keterbukaan informasi saat ini, transparansi menjadi tuntutan yang tidak dapat diabaikan.
Meski demikian, dalam upaya menjaga keberimbangan pemberitaan, tidak menutup kemungkinan adanya kendala internal yang dihadapi pihak KUPT Bandung Baru, seperti padatnya aktivitas pelayanan atau faktor teknis lainnya yang mempengaruhi komunikasi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Bandung Baru belum memberikan tanggapan resmi terkait penilaian tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh keterangan langsung dari pihak terkait.
Diharapkan ke depan, KUPT Bandung Baru dapat lebih memahami pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan media, sehingga tercipta hubungan yang sinergis, transparan, serta mampu mendukung penyampaian informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
(*DIMAS MR*)
