TARGETSIBER.COM – Wajah ibu kota Kabupaten Way Kanan kini tampak muram. Taman Tugu Ryacudu yang berlokasi strategis di Simpang Lima Blambangan Umpu, yang seharusnya menjadi ikon kebanggaan daerah, kini kembali diselimuti kegelapan. Kondisi ini memicu kritik tajam dari masyarakat yang merasa dikhianati oleh janji-janji pembenahan infrastruktur, Minggu (15/02/2026).
Setelah sempat terang benderang bulan lalu, kini sudah lebih dari satu bulan lampu penerangan di area taman tersebut mati total. Kegelapan ini tidak hanya merusak estetika tugu yang menyandang nama besar pahlawan Rya cudu, tetapi juga menciptakan kesan kumuh dan tidak terawat di jantung kota.

Salah Seorang Warga Blambangan Umpu, Tegor, menyatakan kekecewaannya terhadap inkonsistensi pemeliharaan fasilitas publik ini.
”Bulan lalu sempat terang, kami pikir sudah ada perbaikan permanen. Ternyata hanya sebentar, sekarang gelap gulita lagi. Ini ikon kabupaten, tapi pengelolaannya seolah setengah hati,” ungkap Tegor, dengan nada kecewa.
Kritik tidak berhenti pada masalah estetika semata, namun merambah ke persoalan transparansi anggaran, Ia mempertanyakan kinerja dinas terkait, mengingat setiap bulan pelanggan listrik telah dibebankan Pajak Penerangan Jalan (PPJ).
Tegor juga mempertanyakan kemana anggaran perawatan tersebut mengalir jika untuk menerangi satu titik vital seperti Tugu Ryacudu saja pemerintah nampak kewalahan.
Dinas terkait didesak untuk tidak “tidur” dan segera melakukan langkah konkret, bukan sekadar perbaikan sementara yang bersifat formalitas.
Masyarakat Blambangan Umpu menuntut penjelasan resmi mengenai penyebab kerusakan yang terus berulang ini. Apakah masalah teknis yang tak kunjung tuntas, ataukah ada kelalaian dalam manajemen pemeliharaan
Hingga berita ini diturunkan, kondisi Simpang Lima Blambangan Umpu masih gelap saat malam hari. Ikon Way Kanan tersebut kini seolah menjadi saksi bisu atas lambatnya respons birokrasi dalam menjaga aset daerah. (Salwa)
