Geliat Swadaya di Sakal Tapus: Saat Warga Patungan Perbaiki Jalan Vital yang Terabaikan

BLAMBANGAN UMPU  – Tak kunjung tersentuh perbaikan dari pemerintah daerah, warga LK 01 RT 01 Sakal Tapus, Kelurahan Blambangan Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, akhirnya mengambil langkah swadaya. Masyarakat setempat bergotong royong memperbaiki ruas jalan paving blok di lingkungan mereka yang rusak parah tergerus air hujan, Selasa (22/9/2026)

Padahal, ruas jalan tersebut memiliki peran yang sangat vital. Jalan sepanjang ratusan meter ini merupakan satu-satunya akses menuju fasilitas sumur bor milik PDAM, yang menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga di Kelurahan Blambangan Umpu hingga Desa Lembasung.

Kerusakan jalan kian parah lantaran sejak awal dibangun tidak dilengkapi fasilitas drainase atau siring di sisi kiri dan kanan jalan. Akibatnya, saat hujan deras mengguyur, limpasan air mengalir kencang dan terus mengikis tanah fondasi di bawah paving blok. Kondisi itu membuat susunan paving amblas, bergeser, hingga menyisakan hamparan tanah licin berlubang

Salah seorang warga setempat yang akrab disapa Paksu mengatakan, kegiatan gotong royong ini berawal dari keprihatinan bersama atas kondisi jalan yang semakin rusak. Akibat hujan deras, tanah di ruas jalan tersebut terkikis dan terbawa air hingga mengotori ruas jalan ganesa.

“Gotong royong ini murni inisiatif warga yang tinggal di sini. Untuk material seperti semen dan batu koral, kami beli seadanya dari hasil swadaya masyarakat sekitar yang peduli,” ujar Paksu di sela sela kegiatan.

Di lokasi yang sama, Wibowo, salah seorang pemuda yang ikut mengaduk semen dan menyusun material jalan, mengungkapkan bahwa keterlibatan warga merupakan bentuk kepedulian nyata agar jalan tersebut setidaknya bisa dilalui secara aman untuk sementara waktu..

“Kalau terus dibiarkan menunggu bantuan yang tak pasti, kasihan warga dan petugas PDAM yang tiap hari lewat sini. Makanya kami bahu-membahu, setidaknya menutup lubang-lubang yang parah dulu supaya tidak ada korban tergelincir atau jatuh,” tutur Wibowo.

Ia menambahkan, keterbatasan dana tak menyurutkan semangat warga untuk merapikan jalan di lingkungan mereka sendiri. “Memang hasilnya seadanya karena kemampuan swadaya kami terbatas. Tapi setidaknya ini bisa mengurangi risiko bahaya saat hujan turun,” tambahnya.

Kegiatan swadaya warga ini dipimpin langsung oleh Ketua RT 01 Sakal Tapus, Indra Matyani. Ia mengungkapkan bahwa akses jalan paving blok tersebut sama sekali belum pernah mendapat perbaikan dari dinas terkait sejak dibangun pada 2008 lalu.

“Semenjak dibangun sekitar tahun 2008 sampai sekarang, belum pernah ada perbaikan sama sekali dari Dinas PU Way Kanan. Padahal jalan ini akses tunggal menuju sumur bor PDAM yang mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga di Kelurahan Blambangan Umpu dan Desa Lembasung,” tutur Indra.

Indra menegaskan, kerusakan di beberapa titik bahkan sudah sangat memprihatinkan karena material paving telah hilang tergerus air saat hujan deras.

“Kondisinya makin hari makin parah. Di beberapa titik, pavingnya sudah hilang sama sekali, cuma tersisa tanah dan bekas semen. Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui Dinas PU bisa segera mengalokasikan anggaran perbaikan permanen agar akses jalan ini kembali layak dilalui oleh warga,” pungkasnya.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *