Sempat Dikira Suara Tembakan, Kebakaran Rumpun Bambu di Blambangan Umpu Gegerkan Warga

BLAMBANGAN UMPU – Peristiwa kebakaran lahan kering yang ditumbuhi rumpun bambu sempat menggegerkan warga di sekitar pemukiman belakang SMAN 1 Blambangan Umpu, Kamis sore. Kobaran api yang disertai ledakan nyaring tersebut sempat dikira suara tembakan oleh warga setempat, Kamis (17/9/2026).

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Bowo, seorang saksi mata di lokasi kejadian. Sekitar pukul 15.00 WIB, ia mengeklaim terkejut saat mendengar rentetan suara nyaring dari arah luar rumahnya yang berhadapan langsung dengan tembok pembatas sekolah.

“Awalnya saya mendengar suara dentuman cukup keras, mirip sekali dengan suara tembakan dari arah depan rumah. Karena curiga, saya langsung berlari keluar untuk memeriksa,” ujar Bowo saat menceritakan detik-detik awal kejadian.

Saat mendekati sumber suara, Bowo melihat kobaran api sudah membesar dan melalap area rumpun bambu kering di dekat pemukiman. Ia pun berteriak meminta bantuan hingga memicu warga sekitar berbondong-bondong datang ke lokasi. Belakangan diketahui, suara letupan yang menyerupai tembakan tersebut berasal dari rongga-rongga batang bambu yang pecah akibat terpapar panas api.

Menerima laporan dari masyarakat, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Way Kanan bergerak cepat menerjunkan armada dan personel ke titik lokasi. Tim langsung turun ke lokasi kebakaran dengan membawa berbagai peralatan pemadam, termasuk mengerahkan mobil tangki air guna menjangkau dan menyiram kobaran api agar tidak merambat ke bangunan warga maupun area sekolah.

Anggota BPBD yang bertugas di lapangan, Herman Safar, mengonfirmasi bahwa penanganan dapat dilakukan dengan cepat berkat laporan dan bantuan sigap dari warga yang turut membantu memadamkan api.

“Anggota yang sedang piket menerima laporan via telepon dari warga terkait adanya kebakaran lahan di belakang SMAN 1 Blambangan Umpu. Tim TRC langsung meluncur ke lokasi membawa armada mobil tangki air dan peralatan pemadam lengkap. Alhamdulillah, dalam kurun waktu sekitar setengah jam, api berhasil kami padamkan secara total,” kata Herman Safar.

Berdasarkan penelusuran awal serta keterangan dari Herman dan warga di lokasi kejadian, api diduga kuat dipicu oleh lemparan puntung rokok milik oknum siswa SMAN 1 Blambangan Umpu yang kerap nongkrong di area tersebut. Hal ini didukung kondisi tembok belakang sekolah yang sebagian telah roboh dan dibiarkan terbuka, sehingga memudahkan siswa beraktivitas di luar area pemantauan sekolah.

Atas kejadian ini, BPBD mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat maupun para pelajar agar lebih waspada, terutama di tengah kondisi cuaca kering.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan para siswa untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, apalagi di area rumput dan semak kering. Pada musim kemarau seperti ini, percikan kecil dari puntung rokok sangat berpotensi memicu kebakaran besar,” tegas Herman Safar.

Setelah proses pendinginan selesai dan dipastikan tidak ada potensi munculnya titik api susulan, situasi di sekitar pemukiman warga serta area belakang SMAN 1 Blambangan Umpu kini telah kembali kondusif dan beraktivitas norma

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *