TARGETSIBER.COM, Blambangan Umpu – Potret tata kelola ruang publik di Kabupaten Way Kanan kembali menuai sorotan tajam. Cafe Pelangi, kawasan ruang terbuka yang berada di lokasi super strategis tepat diantara Rumah Dinas Bupati dan Rumah Dinas Ketua DPRD Way Kanan kini kondisinya sangat memprihatinkan dan terkesan telantar.
Berdasarkan pantauan langsung dilapangan,Kamis (16/7/2026), kawasan yang seharusnya menjadi ikon estetika dan tempat interaksi sosial warga Blambangan Umpu ini justru menyuguhkan pemandangan kumuh.

Sampah domestik dan guguran daun kering tampak dibiarkan menumpuk, baik di area tanah maupun lantai beton. Fasilitas publik seperti meja dan bangku di area tersebut juga dalam kondisi kusam, berdebu, dan minim perawatan.
Kondisi ini memicu kritik keras dari warga setempat yang menyayangkan lambannya respons dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Way Kanan. Sebagai instansi yang memegang otoritas pengelolaan kebersihan dan tata lingkungan, DLH dinilai menutup mata terhadap degradasi fasilitas publik di pusat kota.
“Ini lokasinya persis di depan mata (Rumah Dinas Bupati). Sangat ironis kalau area sedekat ini saja dibiarkan kumuh, kotor, dan tidak nyaman dikunjungi. Ini cerminan buruknya pemeliharaan rutin dari dinas terkait,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanda-tanda intervensi atau tindakan konkret dari petugas DLH untuk melakukan pembersihan massal maupun penataan ulang di kawasan tersebut.
Abainya perawatan pada Cafe Pelangi ini dinilai bukan sekadar masalah estetika yang terganggu, melainkan bentuk lemahnya manajemen pengawasan fasilitas publik.
Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kabupaten Way Kanan, khususnya kepala Dinas Lingkungan Hidup, untuk segera mengevaluasi kinerja jajarannya di lapangan dan mengambil langkah taktis demi memulihkan wajah Ibu Kota Blambangan Umpu.
