Kerusakan Parah Ruas Jalan Simpang Neki-Simpang Asam Way Kanan Hambat Ekonomi Warga

TARGETSIBER.COM – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Way Kanan kembali memicu keluhan masyarakat. Ruas jalan yang menghubungkan Simpang Neki menuju Simpang Asam dilaporkan mengalami kerusakan parah, dengan lubang-lubang besar yang digenangi air keruh di sepanjang jalur tersebut pada Rabu (17/6/2026). Warga mendesak Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan untuk segera mengambil tindakan nyata.

Kondisi ini dinilai tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga melumpuhkan mobilitas harian serta menghambat roda perekonomian daerah yang bergantung pada akses logistik yang lancar.

Salah seorang warga,  Adi Tri Wijaya, mengungkapkan bahwa kerusakan di jalur tersebut sudah berlangsung lama tanpa adanya penanganan yang berarti.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aspal jalan tampak mengelupas sepenuhnya di beberapa titik, menyisakan kubangan air yang menyulitkan para pengendara, khususnya roda dua.

“Infrastruktur jalan adalah urat nadi perekonomian. Kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada kelayakan akses jalannya. Kami berharap kondisi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait agar segera ada perbaikan,” ujar Adi saat dikonfirmasi terkait kondisi fasilitas publik tersebut.

Keluhan yang diunggah warga di jejaring media sosial dengan cepat memicu reaksi dari masyarakat Way Kanan lainnya. Banyak di antaranya meluapkan kekecewaan atas lambatnya respons pemerintah daerah dalam melakukan perbaikan fasilitas publik yang krusial ini.

Sebagian warga bahkan menyebut bahwa kerusakan jalan tersebut sudah terjadi selama bertahun-tahun tanpa ada perubahan signifikan. Selain mengkritik kebijakan anggaran daerah, warga juga menyoroti pentingnya peran media lokal untuk lebih gencar menyuarakan isu-isu infrastruktur yang menyangkut hajat hidup orang banyak, ketimbang mengangkat isu-isu seremonial semata.

Menyikapi kondisi yang kian memprihatinkan, warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Way Kanan beserta Pemerintah Provinsi Lampung untuk segera turun ke lapangan. Masyarakat meminta adanya upaya kedaruratan, minimal berupa penambalan lubang (patching), guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat genangan air yang menyamarkan kedalaman lubang.

Selain itu, warga juga menaruh harapan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Way Kanan untuk menjalankan fungsi pengawasannya secara optimal. Pihak legislatif diminta mengawal dan memprioritaskan anggaran perbaikan ruas Jalan Simpang Neki–Simpang Asam dalam agenda perubahan atau perencanaan anggaran tahun 2026.

Hingga berita ini diturunkan, para pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan berkendara, dan menjaga jarak aman saat melintasi jalur tersebut, terutama saat intensitas hujan tinggi.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *