TARGETSIBER.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Way Kanan yang ke-27 kini tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Meski kalender kegiatan pemerintah daerah dipenuhi dengan berbagai perlombaan. atmosfer peringatan tahun ini dinilai hambar dan kehilangan ruh sebagai sebuah “pesta rakyat” yang sesungguhnya, Senin (27/4/2026).
Kondisi ini memicu gelombang nostalgia di tengah masyarakat yang merindukan kemeriahan seperti sepuluh tahun yang lalu, Pada masa itu, peringatan hari jadi kabupaten adalah momen yang paling dinantikan karena kegiatan dipusatkan secara besar-besaran di Komplek Islamic Center way kanan.
Suasana saat itu begitu hidup dengan stan pameran yang terisi penuh, mulai dari perwakilan OPD Pemkab Way Kanan, pihak swasta, hingga kabupaten tetangga yang turut mempromosikan keunggulannya.
Kemeriahan semakin terasa dengan berdirinya panggung megah yang setiap malam diisi oleh musisi dari berbagai daerah, hingga puncaknya menghadirkan grup band atau artis ternama ibu kota.
Dampak ekonominya pun sangat terasa, di mana masyarakat dari seluruh pelosok kecamatan tumpah ruah memadati pasar malam, menciptakan perputaran uang yang nyata bagi para pelaku UMKM dan pedagang kecil.
Namun, pemandangan kontras terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2017 hingga kini, alasan efisiensi anggaran sering kali menjadi dasar ditiadakannya kemeriahan yang menyentuh lapisan bawah. Hal ini memicu kejengkelan di kalangan tokoh pemuda setempat yang menilai bahwa meriah atau tidaknya perayaan daerah sebenarnya bergantung pada konsep dan kemauan dari pemerintah daerah itu sendiri.
Salah seorang tokoh pemuda Way Kanan mengungkapkan bahwa jika pemerintah memiliki niat tulus untuk menghibur rakyat, seharusnya kemeriahan seperti di masa lalu tetap bisa diwujudkan. Menurutnya, kondisi saat ini sangat jauh berbeda karena perayaan terkesan sepi dan hanya dinikmati oleh kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat umum merasa tidak dilibatkan dalam hari jadi tanah kelahirannya sendiri.
Padahal, agenda tahunan seperti HUT Kabupaten sejatinya tidak hanya berfungsi sebagai refleksi atas capaian pembangunan dan kemajuan pemerintahan dalam setiap tahunnya, Lebih dari itu, momen ini seharusnya menjadi ajang bagi pemerintah untuk melaporkan keberhasilan dengan cara memberikan hiburan sebagai bentuk apresiasi kepada rakyat.
Menggelar pesta rakyat adalah cara paling efektif bagi pemerintah untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mengapresiasi dukungan masyarakat dalam proses pembangunan selama ini.
Tanpa adanya kemeriahan Pesta Rakyat yang inklusif, HUT Kabupaten Way Kanan hanya akan menjadi rutinitas birokrasi yang kehilangan makna di mata warganya.
Warga berharap di tahun-tahun mendatang, Pemerintah Kabupaten Way Kanan dapat meramu konsep yang mampu menyeimbangkan antara efisiensi anggaran dan hak rakyat untuk berpesta.
Sebab, Way Kanan adalah milik semua warga, bukan hanya milik mereka yang duduk di kursi undangan formal. (MHB)
