Lapor Bupati Pringsewu! Aparatur Pekon Ambarawa Kibarkan Bendera Merah Putih Rusak Parah, Dinilai Tidak Menghargai Simbol Negara

PRINGSEWU, — TARGETSIBER.COM Lapor Bupati Pringsewu, aparatur Pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, diduga tidak menghargai simbol negara Republik Indonesia. Pasalnya, Bendera Merah Putih yang dikibarkan di wilayah pekon setempat dibiarkan rusak parah, robek, dan lusuh, namun tetap berkibar selama berbulan-bulan. Senin,(15/12/2025)

Bendera Merah Putih dalam kondisi tidak layak tetap dikibarkan, meski secara aturan wajib diturunkan dan diganti apabila rusak, robek, atau kusam.

Peristiwa ini terjadi di lingkungan Pekon Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.

Dikonfirmasi langsung oleh awak media pada Senin, 15 Desember 2025. Fakta di lapangan mengungkap bendera tersebut telah berkibar sekitar lima bulan dalam kondisi rusak.

Saat dikonfirmasi, Kepala Pekon Ambarawa, Nurul Huda, tidak berada di kantor. Salah satu aparatur pekon mengakui bahwa tidak ada satu pun pihak yang memperhatikan kondisi bendera tersebut.

Peristiwa ini mencerminkan kelalaian serius aparatur pemerintahan pekon serta lemahnya kesadaran terhadap kehormatan lambang negara. Media juga menyoroti minimnya pengawasan dan pendampingan dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang seharusnya berperan aktif dalam pembinaan wilayah binaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan perbaikan maupun klarifikasi resmi dari pihak pemerintah pekon. Media dan masyarakat mendesak Bupati Pringsewu untuk segera mengevaluasi kinerja Kepala Pekon dan aparatur Pekon Ambarawa, serta memberikan teguran keras atau sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sebagai informasi, pengibaran Bendera Merah Putih yang rusak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, yang secara tegas mewajibkan setiap pihak menjaga kehormatan simbol negara.

Kasus ini dinilai bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan cermin buruknya penghormatan terhadap simbol kedaulatan bangsa, yang seharusnya menjadi contoh oleh aparatur pemerintah di tingkat paling bawah. (*TIM*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *