TAREGETSIBER.COM – Hingga hari ini (10/12), Nasib Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Way kanan belum juga jelas, walaupun sudah memenuhi semua persyaratan untuk pengajuan pinjaman modal dari bank yang telah ditentukan namun belum juga ada yang terealisasi.
Ironisnya Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui Dinas Koperasi setempat juga tidak memiliki kekuatan apapun, melainkan hanya bisa melakukan pendampingan dan mengingatkan bank saja.
“Tugas Kita (Dinas Koperasi dan UMKM Way Kanan) hanya mengingatkan bank saja, Kewenangan sepenuhnya ada di Bank tersebut jika proposal bisnis sudah masuk,” tegas Desta Budi Rahayu, S.STP.,M.M Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Way kanan, di sela sela dirinya mengikuti pelatihan para pengurus KDMP Way Kanan, yang digelar oleh Pemprov Lampung di Baradatu hari ini.
Diterangkan, ditengah galaunya pengurus KDKMP Way kanan tentang belum adanya realisasi pengucuran permodalan, mereka justru harus mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas pengurus KDMP Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Pemprov Lampung di GSG Bhakti Negara Baradatu Way Kanan.
“Pelatihan ini bertujuan Untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan terkait koperasi kepada pengurus KDKMP Se-kabupaten Way Kanan, yang dilakukan secara bertahap sampai semuanya nanti mengikuti pelatihan ini,” ujar Hj.Risda Nurliyanti,SE.M.M Kabid Koperasi Dinas Koperasi Way Kanan.
Pasca dibentuk dan dikukuhkan sebagai pengurus KDKMP di Kampung masing masing, dengan semangat tinggi para pengurus langsung mempersiapkan semua persyaratan yang telah ditentukan untuk menindaklanjuti permohonan pinjaman ke bank, akan tetapi seperti anti klimak, walaupun semua persyaratan telah terpenuhi atas janji manis pemerintah tentang pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) lewat bank-bank milik Negara,tetapi hingga kini sudah lebih dari satu bulan proposal diajukan, tapi tak ada kabar, tak ada survei, bahkan tak ada kepastian.
Ketua KDKMP Argomulyo, Kecamatan Banjit, Warseno, mengaku kecewa dengan sikap perbankan yang dinilai hanya memberi harapan kosong. Proposal lengkap sudah diajukan ke BNI Kantor Cabang Pembantu Baradatu, namun tak kunjung ditindaklanjuti.
“Katanya tanggal 28 Oktober 2025 sudah launching, tapi jalan pakai apa? Proposal kami udah masuk hampir sebulan, tapi gak ada kabar, disurvei pun enggak,” tegas Warseno, Kamis (30/10).yang lalu.
Warseno mengatakan, sejak awal pengajuan ke BNI, alasan yang diterima selalu sama, belum ada petunjuk teknis. Padahal, menurutnya Kementerian Koperasi dan Kementerian Keuangan telah mengeluarkan panduan resmi.
“Dulu katanya belum ada juknis, sekarang entah apa lagi alasannya. Apa omongan Pak Purbaya soal dana Rp200 triliun itu cuma hisapan jempol? Kami juga bingung,” ujar Warseno.
